2.355 Siswi SD di Kota Kediri Dapat Vaksin HPV, Upaya Cegah Kanker Serviks Sejak Dini


KESAKITAN: Salah seorang pelajar SDN Campurejo 2 berteriak saat disuntik vaksin HPV oleh petugas kesehatan. (Foto: radar kediri)


KEDIRI
– Upaya pencegahan kanker serviks terus diperkuat di Kota Kediri. Salah satunya melalui pemberian vaksin human papillomavirus (HPV) kepada pelajar perempuan sejak usia sekolah dasar.

Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyakit serius yang banyak menyerang perempuan. Di Indonesia, penyakit tersebut menempati posisi kedua sebagai jenis kanker yang paling sering dialami perempuan setelah kanker payudara.

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) turut melakukan langkah pencegahan dengan memperluas cakupan imunisasi HPV bagi anak usia sekolah. Program tersebut dilaksanakan melalui rangkaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Salah satu pelaksanaannya berlangsung di SDN Campurejo 2, Selasa (11/8/2026). Sebanyak 26 siswi kelas V mengikuti vaksinasi HPV yang diberikan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Campurejo.

Pemberian vaksin dilakukan setelah para siswa menjalani pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatan mereka memungkinkan menerima imunisasi. Beberapa siswa yang sedang mengalami demam tidak dapat langsung mengikuti vaksinasi dan akan mendapatkan penanganan sesuai ketentuan.

Selain vaksin HPV, rangkaian BIAS juga menyasar siswa kelas I SD melalui imunisasi Measles-Rubella (MR). Program tersebut diberikan kepada pelajar laki-laki maupun perempuan sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Sasarannya Kini Siswi Kelas V SD

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto menjelaskan, sasaran vaksinasi HPV tahun ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya.

Jika pada tahun sebelumnya sebagian sasaran merupakan siswi SMP, tahun ini program tersebut menyasar siswi kelas V SD. Perubahan tersebut dilakukan karena pada tahun-tahun sebelumnya program vaksinasi HPV belum diberikan ketika mereka masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Ya, tahun lalu yang SMP karena dulu waktu SD-nya belum ada program vaksin HPV,” ujar Hendik.

Secara keseluruhan, Dinkes Kota Kediri mencatat terdapat 2.355 siswi kelas V SD yang menjadi sasaran vaksinasi HPV tahun ini.

Sementara itu, imunisasi MR menyasar jauh lebih banyak pelajar. Tercatat sebanyak 4.743 siswa kelas I SD, baik laki-laki maupun perempuan, masuk dalam sasaran pemberian vaksin tersebut.

Program imunisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi kesehatan anak dalam jangka panjang.

Pencegahan Dilakukan Sebelum Risiko Muncul

Hendik mengatakan kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapatkan perhatian karena pada banyak kasus gejalanya tidak mudah dikenali pada tahap awal.

Akibatnya, sebagian penderita baru memeriksakan diri ketika kondisi penyakit sudah berkembang. Situasi tersebut membuat upaya pencegahan menjadi sangat penting.

Vaksin HPV menjadi salah satu bentuk perlindungan yang dapat diberikan sejak usia anak. Pemberian vaksin pada usia sekolah diharapkan mampu membentuk kekebalan tubuh terhadap HPV yang berkaitan dengan munculnya kanker serviks.

“Jadi tujuan imunisasi ini ya untuk memberikan kekebalan atau imunitas kepada seseorang terhadap virus tertentu,” terang Hendik.

Melalui pemberian vaksin sejak dini, pemerintah berharap risiko infeksi HPV dapat ditekan. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya pemeriksaan kesehatan juga dinilai perlu berjalan beriringan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Dengan cakupan ribuan penerima, program vaksinasi HPV di Kota Kediri menjadi salah satu langkah preventif untuk melindungi generasi muda perempuan dari risiko penyakit di masa mendatang.

Selain vaksinasi, masyarakat juga diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pencegahan sejak dini dinilai lebih baik dibandingkan menunggu penyakit muncul dan berkembang.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar